Berkah! Santri Kelas Akhir Sukses Mengikuti Lailah Tahfiz dan Tasmi’ Nazam Al-‘Imrithi dan Al-Alfiyyah

Alhamdulillah. Pada bulan April lalu, dalam kegiatan Lailah Tahfiz 2025, para santri kelas akhir dapat mengikuti pelaksanaan agenda Lailah Tahfiz dan Tasmi’ Nazam Al-‘Imrithi dan Al-Alfiyyah. Santri kelas 3 tsanawiyah menampilkan hafalan mereka dari kitab matan Al-Ajurrumiyah dan nazam Al-‘Imrithi. Sementara itu, santri kelas 3 aliyah menyetorkan hafalan kitab matan Al-Ajurrumiyah serta nazam Al-Alfiyyah. Selain menyampaikan hafalan, seluruh peserta juga diuji oleh dewan juri dengan diminta melanjutkan kaidah atau bait dari nazam yang disebutkan secara acak. Alhamdulillah, pada setiap jenjang, terdapat beberapa santri yang telah menyelesaikan hafalan mereka atas kitab yang dihafalkan.
Sementara itu, berbeda dengan Lailah Tahfiz, dalam kegiatan Tasmi’ nazam Al-‘Imrithi dan Al-Alfiyyah, para santri yang telah menuntaskan hafalan dari awal hingga akhir dan merasa siap untuk diuji, mendaftarkan diri untuk mengikuti agenda Tasmi’. Alhamdulillah, dalam Tasmi’ nazam Al-‘Imrithi terdapat 12 santri santri kelas 3 tsanawiyah yang ikut serta, sedangkan empat santri mengikuti Tasmi’ nazam Al-Alfiyyah. Seluruh hafalan mereka disimak secara langsung oleh penguji dan disaksikan oleh seluruh santri.
Sebelumnya, pada Sabtu sore, 19 April 2025, kegiatan Lailah Tahfiz 2025 resmi dibuka langsung oleh musyrif thalabah Ustaz K.H. Fatchurrochman. Melalui sambutan yang diberikan, Ustaz Asep, selaku ketua panitia menyampaikan sebuah kaul yang berbunyi
من حفظ المتون حاز الفنون
Redaksi tersebut memiliki arti siapa saja yang menghafal kitab-kitab matan, ia akan menguasai beberapa cabang keilmuan. Pesan ini menjadi salah satu harapan bagi para santri, khususnya para peserta Lailah Tahfiz, bahwa kegiatan menghafal kitab-kitab matan nahu akan membuka pemahaman mereka terhadap ilmu-ilmu yang lain.
Apa yang disampaikan oleh Ustaz Asep, turut dipertegas oleh Ustaz K.H. Fatchurrochman. Beliau menyampaikan pesan betapa dahulu Almaghfurlah Abuya K.H. Abdurrahman Nawi, selaku pendiri dari Pondok Pesantren Al-Awwabin, begitu amat mendorong santrinya untuk menghafal kitab nahu. Momen Lailah Tahfiz inilah salah satu wadah untuk memotivasi santri menggalakkan dan meningkatkan hafalan mereka.
Acara pembukaan ditutup oleh Ustaz H. Minaturrahman, selaku wakil musyrif bidang kesantrian. Setelah ditutup, para peserta bersiap-siap mengikuti kegiatan Lailah Tahfiz, yaitu menyampaikan hafalan-hafalan kitab Jurmiyah, nazam Imriti, dan nazam Alfiah.
Semoga seluruh peserta senantiasa mendapatkan keberkahan. Amin.









