Santri Akhir Al-Awwabin Sukses Ikuti Lailah Tahfiz dan Tasmi’ Nazam Al-‘Imrithy 2026

Pondok Pesantren Terpadu Al-Awwabin kembali menggelar kegiatan Lailah Tahfiz dan Tasmi’ Nazam Al-‘Imrithy 2026 sebagai bagian dari penguatan tradisi hafalan dan pendalaman ilmu alat bagi para santri. Kegiatan ini dilaksanakan pada 2–10 Mei 2026 dan diikuti oleh santri akhir marhalah Tsanawiyah dan Aliyah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan pada Sabtu sore, 2 Mei 2026. Dalam sambutannya, Musyrif Thalabah Ust. K.H. Drs. Fatchurrochman, M.A., menyampaikan bahwa momen Lailah Tahfiz merupakan bentuk apresiasi pesantren kepada para santri yang telah bersungguh-sungguh menyelesaikan hafalan mereka. Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga semangat menghafal dan mencintai khazanah keilmuan Islam di lingkungan pesantren.
Pada malam harinya dilaksanakan sesi Lailah Tahfiz kategori individu dan kelompok yang diikuti para santri dengan penuh semangat. Selanjutnya, kegiatan Tasmi’ dilaksanakan pada Sabtu malam, 9 Mei 2026 dan berlanjut hingga Ahad pagi, 10 Mei 2026. Dalam agenda ini, para peserta menampilkan hafalan nazam di hadapan dewan juri dan para santri lainnya sebagai bentuk murojaah sekaligus evaluasi hafalan.

Kegiatan ini terbagi ke dalam beberapa kategori, yaitu kategori Tasmi’, individu, dan kelompok. Adapun kitab yang menjadi materi hafalan di antaranya Matn Al-Ajurumiyah, Nazam Al-‘Imrithy, serta Nazam Alfiyah dengan batas hafalan yang telah ditentukan sesuai jenjang masing-masing peserta.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat keilmuan. Para peserta berupaya menampilkan hafalan terbaik mereka, sementara para dewan juri melakukan penilaian berdasarkan kefasihan, kelancaran, kebenaran bacaan, kesesuaian target hafalan, serta kekompakan kelompok.
Ketua panitia Lailah Tahfiz, Ust. Nur Akbaruddin Aziz, S.H., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Lailah Tahfiz tahun ini dengan lancar dan penuh semangat dari para santri. Beliau juga mengungkapkan kebahagiaannya melihat banyaknya peserta Tasmi’ Nazam Al-‘Imrithy yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, meski pada tahun ini tidak terselenggara Tasmi Nazam Alfiah. Harapannya, ke depan semakin banyak santri Al-Awwabin yang mampu menyelesaikan hafalan, baik Nazam Al-‘Imrithy maupun Nazam Alfiyah, sehingga tradisi keilmuan dan hafalan di pesantren dapat terus terjaga.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri semakin termotivasi untuk menjaga tradisi hafalan kitab, memperkuat penguasaan ilmu nahwu, serta menumbuhkan kecintaan terhadap khazanah keilmuan Islam yang telah diwariskan para ulama.







