MUSYKATUN IKSAD 2026: EVALUASI KEPENGURUSAN DAN REGENERASI KEPEMIMPINAN SANTRI AL-AWWABIN

Ikatan Santri Al-Awwabin Depok (Iksad) menyelenggarakan Musyawarah Kerja Akhir Tahun (Musykatun) masa abdi 2025–2026 sekaligus pemilihan Ketua Iksad Putra dan Putri untuk masa abdi 2026–2027. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 7–8 November 2026, bertempat di Pondok Pesantren Terpadu Al-Awwabin.

Musykatun merupakan agenda penting dalam perjalanan organisasi Iksad. Selain menjadi forum penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus selama satu periode, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja, menyampaikan berbagai aspirasi, serta menentukan arah kepemimpinan organisasi pada periode berikutnya.

1. Pembukaan Musykatun: Apresiasi dan Ungkapan Terima Kasih

Rangkaian kegiatan Musykatun diawali dengan acara pembukaan pada Sabtu malam, 7 November 2026, yang bertempat di masjid pesantren. Acara berlangsung dengan khidmat melalui pembacaan kalam ilahi, Selawat Dustur, serta sambutan dari Ketua Iksad Putra, Ketua Iksad Putri, Pembina Iksad, dan Musyrif Thalabah. Rangkaian pembukaan kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Musyrif Bidang Kesantrian, Ustaz H. Muhammad Minaturrahman, S.Pd.I.

Ustaz K.H. Drs. Fatchurrochman tengah memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Ahmad Baihaqi selaku Ketua Iksad Putra menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh dewan asatiz yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama masa kepengurusan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus yang telah bekerja sama dan menjalankan berbagai amanah organisasi. Senada dengan hal tersebut, Mazaya Asy’ari selaku Ketua Iksad Putri turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Keduanya berharap agar kepengurusan Iksad pada periode selanjutnya dapat berjalan lebih baik dan membawa kemajuan bagi organisasi.

Ketua Iksad Putra Ahmad Baihaqi tengah memberikan sambutan

Sementara itu, Ustaz Zaim Najibuddin Rahman, M.Pd. selaku Pembina Iksad juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah mengabdikan diri untuk pesantren. Beliau turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas sebagai pembina belum dapat memberikan bimbingan secara maksimal. Ungkapan tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus refleksi atas perjalanan kepengurusan yang telah dilalui bersama.

Dalam kesempatan yang sama, Musyrif Thalabah, Ustaz K.H. Drs. Fatchurrochman, M.A., juga menyampaikan rasa terima kasih serta permohonan maaf kepada seluruh pengurus. Beliau secara khusus menyinggung berbagai teguran dan nasihat yang mungkin selama ini dirasakan oleh para pengurus, bahkan tidak jarang disertai kemarahan. Namun, hal tersebut merupakan bagian dari perhatian dan kepedulian terhadap para santri. Beliau kemudian menyampaikan sebuah ungkapan syair yang berbunyi:

إِذَا ذَهَبَ الْعِتَابُ فَلَيْسَ وُدٌّ
وَيَبْقَى الْوُدُّ مَا بَقِيَ الْعِتَابُ

“Apabila teguran telah hilang, maka hilang pula kasih sayang. Dan kasih sayang akan tetap ada selama teguran masih diberikan.”

Ungkapan tersebut menjadi pesan tersendiri bagi para pengurus bahwa teguran dan nasihat merupakan bagian dari perhatian serta proses pendewasaan dalam berorganisasi.

2. Sidang LPJ dan Pemilihan Ketua Iksad Putra dan Putri

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sidang Musykatun yang diawali oleh pengurus Iksad Putra pada Sabtu malam, 7 November 2026. Sidang ini dipimpin oleh Ustaz Fakhri Abror dan dihadiri oleh Dewan Pengurus Musaidin dan Musaidat. Dalam forum tersebut, pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan program kerja selama masa abdi 2025–2026. Berbagai kegiatan dan tanggung jawab organisasi menjadi bahan evaluasi untuk melihat capaian sekaligus hal-hal yang masih perlu diperbaiki pada periode mendatang.

Momen laporan pertanggungawaban Iksad Putra

Setelah rangkaian LPJ, kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Iksad Putra masa abdi 2026–2027. Terdapat empat kandidat yang maju dalam pemilihan, yaitu Muhammad Nur Fauzan, Akhtar Aslam Saqif, Ibra Fawwaz Priko, dan Munawwir Ahmad. Masing-masing kandidat sebelumnya telah menyampaikan visi dan misi sebagai gambaran arah kepemimpinan serta gagasan mereka dalam mengembangkan organisasi Iksad.

Tampak santri tengah memberikan dukungan untuk salah satu kandidat Ketua Iksad Putra periode selanjutnya

Sementara itu, pada Ahad, 8 November 2026, kegiatan berlanjut dengan penyampaian LPJ pengurus Iksad Putri dan pemilihan ketua untuk masa abdi berikutnya. Sidang LPJ Putri dipimpin oleh Ustazah Zulfa Nurhaliza dan turut dihadiri oleh Musyrifah Thalibat, Ustazah Hj. Imriti, S.Psi. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Iksad Putri selama menjalankan berbagai program dan amanah organisasi pada periode sebelumnya.

Tiga kandidat turut berpartisipasi dalam proses pemilihan Ketua Iksad Putri, yaitu Annisa Kalyani Rukman, Nikeisha Hartanti, dan Khalisa Naila. Ketiganya membawa gagasan dan harapan masing-masing untuk menjadikan Iksad sebagai organisasi yang lebih baik serta memberikan manfaat bagi seluruh santriwati.

Santri putri sedang memberikan pilihannya kepada kandidat ketua Iksad Putri

Melalui proses pemilihan yang dilaksanakan dalam rangkaian Musykatun tersebut, ditetapkan Munawwir Ahmad sebagai Ketua Iksad Putra dan Khalisa Naila sebagai Ketua Iksad Putri masa abdi 2026–2027. Terpilihnya kedua ketua baru ini menandai dimulainya estafet kepemimpinan dan pengabdian dalam organisasi Iksad.

Tampak panitia tengah menghitung surat suara pemilihan ketua Iksad Putra

3. Amanah Baru dan Harapan Kepengurusan Mendatang

Setelah ditetapkan sebagai ketua terpilih, Munawwir Ahmad menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh santri. Ia menyadari bahwa amanah tersebut bukanlah sebuah kemenangan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama untuk membawa Iksad menjadi organisasi yang lebih solid, aktif, dan bermanfaat. Ia juga mengajak seluruh anggota Iksad dan santri untuk bergerak bersama, menjaga ukhuwah, serta membangun budaya disiplin dan pengabdian di lingkungan pesantren. Tidak lupa, ia memohon bimbingan dari dewan guru, khadimin, serta para pengurus Iksad periode sebelumnya.

Ketua Iksad Putra terpilih: saudara Munawwir Ahmad

Sementara itu, Khalisa Naila turut mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh santriwati yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat menjadi wadah bagi seluruh santriwati untuk mengembangkan potensi, menyalurkan kreativitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan pesantren. Ia juga mengajak seluruh santriwati untuk berpartisipasi aktif dalam menjalankan program organisasi serta menjaga kebersamaan. Sebagai penutup, ia memohon arahan dan bimbingan dari para dewan guru, khadimat, serta kakak-kakak pengurus Iksad periode sebelumnya.

Ketua Iksad Putri terpilih: Khalisa Nailah

Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari proses regenerasi yang penting dalam kehidupan organisasi santri. Setiap periode kepengurusan tentu memiliki tantangan, pengalaman, dan capaian tersendiri. Oleh karena itu, evaluasi yang telah disampaikan dalam forum Musykatun diharapkan dapat menjadi bekal bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan hal-hal baik sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ada.

Melalui Musykatun 2026, Iksad diharapkan dapat terus berkembang menjadi organisasi santri yang tidak hanya aktif dalam menjalankan berbagai program kerja, tetapi juga mampu menjadi wadah pembelajaran kepemimpinan, tanggung jawab, kedisiplinan, dan pengabdian. Sebab, pengalaman berorganisasi merupakan salah satu bagian penting dalam membentuk karakter santri yang siap mengemban amanah dan memberikan manfaat bagi sesama.

Selamat mengemban amanah kepada Ketua Iksad Putra dan Putri masa abdi 2026–2027. Semoga dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan membawa Iksad menuju arah yang lebih baik.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *